ORIENTASI
BARU DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Pengantar
Untuk
melihat dan meninjau orientasi baru dalam bidang pendidikan terdahulunya diawali dengan
sebuah ilustrasi yang bisa membantu
bahkan menggugah para guru dan akademisi di bidang pendidikan agar mampu berpijak
pada landasan yang benar dalam menata bidang pendidikan yang berwajah baru
sesuai dengan hakekat dan tujuan pendidikan nasional pada umumnya. Adapun
ilustrasi adalah sebagai berikut: “Ketika para guru, dan akademisi di bidang pendidikan
berkumpul, murid-murid bertanya: untuk apa mereka berdiskusi tentang
pendidikan? Apakah untuk mempersiapkan masa depan kami?” Ilustrasi ini sangat
menantang agar setiap insan pendidik
semestinya sadar akan panggilan dan tanggung
jawabnya sebagai pendidik.
Orientasi
baru dalam dunia pendidikan berakar pada prinsip filosofis tentang hakikat anak
manusia yang dilengkapi dengan aspek fisik (keragaan) dan psikis (jiwa). Kedua aspek ini menjadi dasar bagi
terbentuknya/lahir dan berkembang aspek yang lain. Aspek fisik dan psikis
mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Istilah
pertumbuhan dan perkembangan seringkali digunakan secara bersamaan bahkan
bergantian, seolah-olah keduanya memiliki pengertian dan makna yang sama karena
menunjukkan adanya suatu proses perubahan tertentu yang mengarah pada suatu
kemajuan. Pertumbuhan merupakan perubahan dalam aspek jasmani seperti
berubahnya struktur tulang, tinggi dan berat badan, proporsi badan, dan semakin
sempurnya jaringan syaraf. Dengan kata lain, pertumbuhan itu lebih bersifat
kuantitatif dan terbatas pada perubahan fisik yang dialami individu sebagai
proses kematangan. Pertumbuhan terjadi
akibat kematangan dan belajar. Perkembangan merupakan suatu proses dalam
kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus sejak masa konsepsi
sampai akhir hayat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahan yang dialami
oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang
berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik menyangkut
aspek fisik maupun psikis.
·
Sistematis menunjukkan bahwa antara
bagian-bagian organisme perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling
bergantung dan saling mempengaruhi.
·
Progresif menunjukkan bahwa perubahan
yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam (meluas) baik secara
kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis).
·
Berkesinambungan berarti bahwa perubahan
terjadi pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan
berurutan serta berkelanjutan.
. Perkembangan awal merupakan dasar bagi
perkembangan selanjutnya. Dengan kata lain, peletakan landasan utama dalam pendidikan dan
perkembangan anak pada usia dini akan
menentukan arah masa depan anak dengan
tepat. Dambaan Ortu: anak sehat, cerdas,
ceria, dan berakhlak mulia. Dambaan setiap orang tua akan terwujud jika
memperhatikan perkembangan awal dari setiap anak yang dikandungnya. Akan tetapi jika orang tua salah menentukan dan
meletakkan pendidikan dan memperhatikan perkembangan anak pada saat awal maka akan
sulit untuk mengembalikan ke arah yang diinginkan setelah anak menjadi dewasa.
v Bagaimana
anak tumbuh dan berkembang?
Hakikatnya adalah ketika anak dilahirkan
sedangkan hakikat pendidikan adalah pendidikan pra janin. Semenjak janin dalam
kandungan telah terjadi proses perkembangan dan pendidikan. Misalnya Ketika
anak merespons segala sesuatu yang datang dari luar kandungan .Karena itu anak-anak
adalah sesuatu yg berharga bagi orang tua. Kalau bicara hakikat anak maka kita
melihat tumbuh kembang anak.
v Hubungan
pertumbuhan dan perkembangan
Apabila
pertumbuhan mencapai masa kematangan maka perkembangan akan terjadi dengan lebih cepat. Pertumbuhan ada dalam
perkembangan tetapi pertumbuhn ada batas waktunya sedangkan perkembangan akan
berlanjut terus menerus sampai akhir hayat hidup seseorang.
v Orientasi
baru dalam psikologi pendidikan
Orientasi
dalam psikologi pendidikan mengacu
kepada beberapa teori perkembangan manusia. Adapun keempat teori tersebut
adalah sebagai berikut:
·
Maturasional dan biologis
Teori ini menekankan pentingnya pengaruh
biologis pada perkembangan dan mendatangkan pengaruh besar bagi praktik-praktik
pengasuhan. Maturasional dan biologis
ini mempengaruhi perubahan generasi.
·
Psikodinamika
Yaitu model yang
berpegang pada asumsi bahwa perkembangan merupakan hasil dari adanya kebutuhan
untuk memuaskan insting-insting secara terus menerus.(mekanisme pertahanan
diri)
·
Behavioral
Model ini menyatakan bahwa
perkembangan adalah hasil dari beragam jenis pembelajaran, peniruan (imitation) dan pemodelan (modeling).
·
Kognitif-developmental
Model ini berfokus pada
peralihan antara berbagai tahapan perkembangan yang berbeda dan memandang
manusia sebagai peserta aktif dalam
proses perkembangan. Didalam orientasi psikologi pendidikn lebih pada
pendekatan teori kognitif developmental.
PSIKOLOGI
Psikologi dari bahasa Yunani Kuno. Psyche: jiwa, roh atau nafas
hidup. Logos:ilmu atau jiwa. Secara harafiah/etimologi psikologi berarti
ilmu/studi tentan g jiwa, roh, atau nafas hidup/sukma
v Definisi
psikologi menurut para ahli
·
Mussen & Rosenzwleg (1975), psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah
laku manusia.
·
Crow & Crow. Tingkah laku manusia
yaitu interaksi manusia dengan dunia sekitarnya baik yang berupa manusia lain (human relationship) maupun yang bukan manusia
seperti hewan, iklim, kebudayaan, dsb.
·
Sartain
v Bidang/cabang
kajian psikologi
·
Psikologi teoritis
·
Praktis: psikologi pendidikan, klinis,
kriminal, dan industri.
·
Umum
·
Khusus
v .Psikologi
pendidikan:
·
Mempelajari dan mengkaji
perubahan-perubahan intra individual dan perubahan-perubahan inter individual dalam
situasi pendidikan.
·
Psikolgi pendidikan diartikan sebagai
ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam proses pendidikan dan
pembelajaran
·
Kajian psikologi pendidikan dikhususkan
pada proses pembelajaran yang terjadi pada manusia.
·
Sebagai pendidik, guru perlu mengetahui
perubahan-perubahan fisik, mental dan sosioemosional yang berpengaruh terhadap gaya belajar, dorongan serta peristiwa
belajar yang dialami olh peserta didik.
·
Dengan memahami psikologi, dapat memudahkan
pendidik dalam memodifikasi perangsang-perangsang pendidik dan pembelajaran yang
sesuai
v Pendidikan
Hakekat:
·
Arti: ilmu, pendidikan, ilmu pendidikan.
·
Pendidikan sebagai ilmu teoritis dan
praktis.
Ø Ilmu
berarti sesuatu yang telah diuji kebenarannya dan mencakup hal-hal yang
teramati
Ø Ciri-ciri:
objek, metode, sistematis, berguna, dan
universal.
Pendidikn: aktivitas yg
sengaja & terencana dari orang dewasa bertujuan memandirikan fisik dan
mental (dewasa-rohaniah)
Ø Ilmu
pendidikn: lmu yg mempelajari
hal/peristiwa yang timbul dalam praktek pendidikan.
Ø Sifat:terbuka,
teoritis, praktis, normatif, dan deskriptif.
Bimbingan
Pembelajaran Peserta didik & guru pelatihan
v Definisi
·
Pembelajaran: transfer pendidikan,
dimana guru dan murid secara bersama-sama aktif dalam proses pembelajaran
·
Pelatihan: Untuk menunjang tercapainya tujuan
pembelajaran maka diadakan pelatihan supaya lebih terampil.
·
Bimbingan: Setiap proses pembelajaran di
dalamnya terdapat layanan bimbingan yaitu membimbing para siswa agar mampu
mencapai tujuan pembelajaran pada khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya.
Jadi bimbingan bukan menunggu adanya masalah tetapi sebelum terjadi masalah
para siswa harus dibimbing oleh gurunya/pendidik.
v Perbedaan
istilah Paedagogie: pendidikan dan Paedagogik:
ilmu pendidikan .
Beragam makna pendidikn
·
Pendidikan sebagai transformasi budaya.
Pendidikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang
lain.
·
Pendidikan sebagai proses pembentukkan
pribadi. Pndidikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis
v Istilah
yang terdapat dalam dunia pendidikan
yaitu:
·
Mendidik adalah memimpin anak
·
Mengajar adalah proses pemindahan
pengetahuan
·
Belajar adalah proses perubahan prilaku
·
Pembelajaran adalah membantu orang belajar
sehingga memudahkan orang untuk belajar.
Menurut Gagne &
Briggs dalam proses pembelajaran guru berperan sebagai fasilitator
Ciri perubahan tingkah laku
dalam belajar adalah terjadi secara sadar, kontinu dan fungsional, positif dan
aktif, tidak bersifat sementara, bertujuan dan terarah serta mencakup seluruh aspek tingkah laku.
Kebutuhan pendidikan bagi
manusia:
·
Pendidikan berfungsi memanusiakan
manusia merupakan kegiatan antr manusia yaitu oleh dan untuk manusia. Hanya
manusia yang secara sadar melaksanakannya untuk manusia lainnya.
·
Binatang tidak perlu dan dapat dididik.
Hanya didorong dan dilatih hingga dapat mengerjakan sesuatu bersifat statis.
·
Manusia sangat membutuhkan bimbingan dan
pendidikan.
Dimensi manusia &
kebutuhan pendidik
·
Filosofis: manusia tidak berhenti berfikir.
Hanya manusia yang dapat/mampu berilmu melalui pemikiran yang berulang-ulang, mendasar, komprehensif tentang sesuatu yang sudah diketahui atau belum
·
Makhluk individu: dapat mejadikan
dirinya seoptimal sesuai dengan bakat tanpa merugikan orang lain.
·
Makhluk sosial: dapat bertingkah laku
sesuai dengan nilai, norma & aturan yg
berlaku.
·
Makhluk beragama: dapat mentaati ajaranNya &
meninggalkan laranganNya, pandai
bersyukur, aktif bekerja (usaha/ikhtiar)
dan berdoa.
v Orientasi
Baru dalam Psikologi Pendidikan
The
four pillars of Education (UNESCO, 1997). Yaitu terdiri
dari:
·
Learning
to know: semua yang diketahui dan keterampilan
·
Learning
to do (belajar berkarya) dan prilaku berkarya
·
Learning
to live together: belajar hidup bersama di dalam
perbedaan
·
Learning
to be: pengembangan kepribadian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar